Masjid Pusdai Jabar
Rintisan Sejarah

Perjalanan Sejarah PUSDAI Jabar

Perjalanan panjang perintisan, pembangunan, dan pengelolaan Pusat Dakwah Islam (PUSDAI) Jawa Barat sejak gagasan awal tahun 1982 hingga peresmian resmi.

Latar Belakang & Identitas

PUSDAI Jawa Barat (Pusat Dakwah Islam Jawa Barat) merupakan lembaga keislaman terpadu yang berfungsi sebagai pusat dakwah, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan syiar Islam di Jawa Barat.

Pada saat ini, kita dengan mudah, dapat menjumpai bangunan masjid yang indah dan megah mulai di kota-kota besar hingga di pelosok pedesaan. Fenomena menarik lainnya adalah sekitar dua dekade terakhir mulai tumbuh dan banyak dibangunnya apa yang disebut dengan “Islamic Centre” di Indonesia — dan Provinsi Jawa Barat juga memiliki Islamic Centre-nya sendiri, yang kini kita kenal sebagai PUSDAI JABAR.

Baca Sejarah Lengkap

Dimensi Wilayah

Luas Kawasan 4.5 Hektar (Terintegrasi)
Batas Wilayah
  • Utara: Kampung Sukamantri
  • Timur: Kampung Muararajeun
  • Selatan: Jl. Diponegoro
  • Barat: Gedung RRI Bandung

Linimasa Pembangunan

18 JANUARI 1982

Pencetusan Gagasan & Penetapan Lokasi

Untuk merealisasikan pembangunan Islamic Centre Jawa Barat, Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi mengeluarkan SK Gubernur No. 593.82/SK.133-Pem.Um/82 tertanggal 18 Januari 1982 tentang penetapan lokasi Pusat Pengembangan Islam (Islamic Centre) Annex Masjid Raya di Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung. Kompleks ini dibangun sebagai satu kesatuan dengan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, Museum Perjuangan Rakyat Jawa Barat, dan Lapangan Upacara Pemda Jabar.

1982 – 1991

Pembebasan Lahan & Relokasi Penduduk

Pembangunan diawali dengan pembebasan lahan di Kelurahan Cihaur Geulis, Kecamatan Cibeunying, Kotamadya Bandung, tepatnya di Kampung Warga dengan batas utara Kampung Sukamantri, timur Kampung Muararajeun, selatan Jl. Diponegoro, dan barat Gedung RRI Bandung. Memindahkan penduduk dari permukiman sangat padat di pusat kota tentu tidaklah mudah, namun demi pembangunan berdimensi spiritual, warga dengan ikhlas melepaskan lahannya dan direlokasi ke daerah Cibeunying Kolot, Mandala Mekar, dan Cibiru Hilir. Pembebasan lahan dan relokasi hingga pematangan tanah berlangsung sekitar 9 tahun dengan total dana sekitar Rp20 miliar.

23 JULI 1990 – 21 FEBRUARI 1992

Pendirian Yayasan Islamic Centre Jawa Barat

Pada masa kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Yogi S. Memet (1985–1993), Yayasan Islamic Centre Jawa Barat didirikan pada 23 Juli 1990 sebelum pembangunan fisik dilaksanakan. Tujuannya untuk membantu pengusahaan dana serta mempersiapkan pengelolaan dan pembinaan. Yayasan ini resmi didaftarkan pada 21 Februari 1992 di Kantor Notaris Leontine Anggasurya, SH., Nomor Akta 63 dengan para pendiri:

  • H. Emon Suratman (Ketua DPRD Tingkat I Jawa Barat)
  • H. Suryatna Soebrata (Wakil Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat)
  • Drs. H. Ukman Sutaryan (Sekretaris Wilayah Daerah Tingkat I Jawa Barat)
  • Prof. Dr. H. Rahmat Djatnika (Rektor IAIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  • Drs. H. Djauharudin Abdurrohim (Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Jawa Barat)
  • KH. R. Totoh Abdul Fatah (Ketua Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Barat)
© 2026 PUSDAI JABAR - Amanah, Profesional, Melayani Lihat Profil Pengurus